Fauzi Online {Akhmad Fauzi}

Pengetahuan Ilmu Softskill, Mata Kuliah Sistem Informasi, Belajar Bahasa Pemrograman

 

Perbedaan Karangan Ilmiah, Non Ilmiah dan Semi Ilmiah

Karangan adalah kegiatan menulis usulan-usulan yang benar berupa pernyataan-pernyataan tentang fakta, kesimpulan-kesimpulan yang ditarik dari fakta dan merupakan pengetahuan. Terdapat tiga jenis karangan, yaitu ilmiah, non ilmiah dan semi ilmiah/populer. Dalam penulisan ini akan dijabarkan mengenai perbedaan masing-masing jenis karangan tersebut.

  • Pengertian Karangan Ilmiah
    Karya Ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Untuk memberitahukan sesuatu hal secara logis dan sistematis kepada para pembaca. Karya ilmiah biasanya ditulis untuk mencari jawaban kebenaran tentang sesuatu yang terdapat dalam objek tulisan. Maka sudah selayaknyalah, jika tulisan ilmiah sering mengangkat tema seputar hal-hal yang baru (aktual) dan belum pernah ditulis orang lain. Adapun secara ringkas, ciri-ciri karya ilmiah dapat diuraikan sebagai berikut:
    • Objektif
      Keobjektifan ini tampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek (memvertifikasi) kebenaran dan keabsahannya.
    • Netral
      Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.
    • Sistematis
      Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demkian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.
    • Logis
      Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
    • Menyajikan Fakta (bukan emosi atau perasaan)
      Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.
    • Tidak Pleonastis
      Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat. Kata-katanya jelas atau tidak berbelit- belit (langsung tepat menuju sasaran).
    • Bahasa yang digunakan adalah ragam formal Bahasa yang digunakan dalam karangan ini bersfat formal dan sesuai dengan EYD.
    Adapun karangan saat ini yang dapat digolongkan menjadi ke dalam karangan ilmiah antara lain:
    • Makalah
      karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif (menurut bahasa, makalah berasal dari bahasa Arab yang berarti karangan).
    • Laporan
      makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius, biasanya disajikan dalam lokakarya.
    • Skripsi
      karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain.
    • Tesis karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi.
    • Disertasi karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasar data dan fakta yang sahih dengan analisi yang terinci.
  • Pengertian Karangan Non Ilmiah
    Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal). Terdapat ciri-ciri untuk mengetahui bahwa suatu karangan bersifat non ilmiah, antara lain:
    • Emotif Karangan ini menonjolkan sifat kemewahan yang lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
    • Persuasi Terdapat suatu penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informatif.
    • Deskriptif
    Lebih mendapatkan sumber dari pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif. Saat ini terdapat beberapa contoh mengenai karangan ilmiah yang sering dijumpai di kehidupan sehari-hari, antara lain sebagai berikut:
    • Dongeng Merupakan suatu kisah yang diangkat dari pemikiran fiktif dan kisah nyata, menjadi suatu alur perjalanan hidup dengan pesan moral yang mengandung makna hidup dan cara berinteraksi dengan mahluk lainnya.
    • Cerpen Suatu bentuk naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi yang lebih panjang.
    • Novel Sebuah karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif. Biasanya dalam bentuk cerita.
    • Drama Adalah suatu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor.
    • Roman Adalah sejenis karya sastra dalam bentuk prosa atau gancaran yang isinya melukiskan perbuatan pelakunya menurut watak dan isi jiwa masing-masing.
  • Pengertian Karangan Semi Ilmiah Semi Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah.
  • Kesimpulan Perbedaan Karangan Ilmiah dengan Karangan Semi Ilmiah Bahasa dalam karangan ilmiah menggunakan ragam bahasa Indonesia resmi. Ciri-ciri ragam resmi yaitu menerapkan kesantunan ejaan (EYD/Ejaan Yang Disempurnakan), kesantunan diksi, kesantunan kalimat, kesantunan paragraph, menggunakan kata ganti pertama “penulis”, bukan saya, aku, kami atau kita, memakai kata baku atau istilah ilmiah, bukan popular, menggunakan makna denotasi, bukan konotasi, menghindarkan pemakaian unsur bahasa kedaerahan, dan mengikuti konvensi penulisan karangan ilmiah. Terdapat tiga bagian dalam konvensi penulisan karangan ilmiah, yaitu bagian awal karangan (preliminaries), bagian isi (main body), dan bagian akhir karangan (reference matter). Berbeda dengan karangan ilmiah, bahasa dalam karangan semi ilmiah/ilmiah popular dan nonilmiah melonggarkan aturan, seperti menggunakan kata-kata yang bermakna konotasi dan figurative, menggunakan istilah-istilah yang umum atau popular yang dipahami oleh semua kalangan, dan menggunakan kalimat yang kurang efektif seperti pada karya sastra.
  • Kesimpulan Perbedaan Karangan Ilmiah dengan Karangan Non Ilmiah Istilah karya ilmiah dan nonilmiah merupakan istilah yang sudah sangat lazim diketahui orang dalam dunia tulis-menulis. Berkaitan dengan istilah ini, ada juga sebagian ahli bahasa menyebutkan karya fiksi dan nonfiksi. Terlepas dari bervariasinya penamaan tersebut, hal yang sangat penting untuk diketahui adalah baik karya ilmiah maupun nonilmiah/fiksi dan nonfiksi atau apa pun namanya, kedua-keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan-perbedaan yang dimaksud dapat dicermati dari beberapa aspek.
    • Karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif)
      aktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau observasi.
    • Karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis
      Artinya, dalam pembahasan masalah igunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi.
    • Dalam pembahasannya, tulisan ilmiah menggunakan ragam bahasa ilmiah
      Dengan kata lain, ia ditulis dengan menggunakan kode etik penulisan karya ilmiah. Perbedaan-perbedaan inilah yang dijadikan dasar para ahli bahasa dalam melakukan pengklasifikasian.
  • Referensi:
    • Hamdani Mulya. http://www.scribd.com/doc/48880445/Pengertian-Karya-Ilmiah. Akses tanggal 27-03-2012.
    • Egar.http://achmadfaroby.blogspot.com/2011/03/perbedaan-karangan-imiah-semi ilmiah.html. Akses tanggal 27-03-2012.
    • http://wikipedia.org/wiki. Akses tanggal 27-03-2012.
    • Jonathan Sarwono. 2010. Pintar Menulis Karangan Ilmiah. Yogyakarta: Andi Offset.

Postingan Ini ditunjukan untuk Dosen Pembimbing Mata Kuliah Bahasa Indonesia2


Rancangan Penelitian Adalah Postingan Fauzi Online yang Sementara Direkomendasikan untuk Dibaca. Silahkan Baca... 
Anda baru saja membaca artikel yang berkategori Pengetahuan Ilmu Softskill dengan judul Perbedaan Karangan Ilmiah, Non Ilmiah dan Semi Ilmiah. Jika kamu suka, like dan bagikan keteman-temanmu. Terima kasih! by : Fauzi Online {Akhmad Fauzi}
Ditulis oleh: Fauzi Online -

Belum ada komentar untuk "Perbedaan Karangan Ilmiah, Non Ilmiah dan Semi Ilmiah"

Poskan Komentar