SISTEM PEMESANAN TIKET ONLINE {PHP}

Kesempatan kali ini Fauzionline akan berbagi kembali tentang tugas harian dalam mata kuliah Interaksi Manusia Komputer , yang telah dilalui fauzionline semester 5, Sistem pemesanan Tiket Online yang berbasis PHP ini bertujuan untuk membuat suatu sistem interaktif antara komputer dan manusia atau user sehingga tujuan komputer melayani tugas si user dapat berjalan dengan lancar dan efektif.

Bioskop yang menggunakan sistem pemesanan tiket online ini , diharapkan akan memudahkan para customer/user itu dapat memesan tiket secara efektif serta secara cepat customer tersebut akan mendapatkan informasi film yang akan ditayangkan pada bioskop terkait.


Berikut Link download source code, database mysql, serta file power point sebagai  penjelasan sistem  yang telah fauzionline upload, agar dapat pengunjung setia fauzionline pelajari :
Download Source Code Sistem Pemesanan Tiket Online (PHP)


Sekian artikel fauzi online kali ini, semoga source code yang telah teman-teman download dapat bermanfaat,khususnya adik-adik kelas.. hehehe Bye see you

SISTEM PAKAR TINDAK PENCURIAN {VB.6}

Pagi yang cerah, untuk di tahun 2012 , fauzionline akan kembali memposting artikel yang tak kalah jauh bermanfaat dari artikel di tahun sebelumnya, Setelah sekian lama bersemedi untuk memperlancar kuliah di semester 5 ini, di kesempatan minggu yang mungkin bisa dibilang sempit juga yah, karena selasa fauzionline harus kembali berjuang menghadapi soal UAS , huhuhu.. ujian yang tak ada habisnya dan lama nian gag selesai, akan berbagi kepada pengunjung setia fauzionline untuk mempelajari mengenai sistem pakar.

Sistem pakar tindak pidana pencurian ini merupakan tugas Sistem Berbasis Pengetahuan semester ini, yaa semoga bisa bermanfaat deh buat adik-adik kelas fauzionline dikemudian hari.. hehe

Apa itu Sistem Pakar?
Lebih lanjutnya fauzionline akan menjelaskan apa itu Sistem Pakar, SP(Sistem Pakar) merupakan system yang diciptakan untuk membantu orang yang awam untuk menyelesaikan masalah yang biasa ditangani oleh para ahli. Jadi setiap orang bisa menggunakannya.  Naah begitu pula dalam bidang hukum. Dengan adanya bantuan program serta aplikasi yang ada dapat membantu para penegak hukum dalam pengambilan keputusan.Jika dahulu seseorang dinyatakan bersalah atau tidak serta dengan kesalahannya dikenakan pasal KUHP berapa di lakukan dengan cara konvensional yaitu dengan membuka KUHP (kitab undang – undang Hukum Pidana) dengan membaca pasal sat demi satu mencocokan dengan kesalahan yang dilakukan oleh yang bersangkutan dan hanya dengan memasukkan data, bisa langsung tahu tentang keputusan yang akan diambil.

Kenapa Masih Menggunakan Visual Basic 6.0 ?
Deadline yang cukup cepat karena diberi waktu sekitar 3hari sehingga menuntut fauzionline untuk menggunakan vb.6 yang cukup ringkas. Visual Basic memang aplikasi yang mudah digunakan dan mudah diciptakan, karena aplikasi ini didukung dengan visualisasi dalam menciptakan sebuah program yang handal. Sedikit sekali para programmer membuat suatu kode-kode untuk membuat suatu aplikasi di Visual Basic. 

Download Sistem Pakar Tindak Pidana Pencurian Versi Fauzi Online
Bagi  yang ingin mempelajari dan mencoba sistem pakar fauzionline silahkan klik link di bawah yah..
Download Sistem Pakar Tindak Pidana Pencurian {VB.6}

Sekian postingan fauzionline kali ini, semoga bermanfaat untuk semua.. bye bye ^_^

SOAL USB 2011 {FINAL LIVE CODING}


Waktu pengerjaan 30 Menit, outputnya diminta seperti dibawah ini:
Ketentuan Program:
1. Harus menggunakan perulangan untuk membuat bangun
2. Tampilan berletak center bisa menggunakan window atau gotoxy(x,y) **
Tips dan Trik cukup satu : BERDOA DAN KUAT MENTAL! hehehehe :D
NB: **optional


Berikut Source Code dari  Fauzi Online:
Program FINAL_USB_2011;
uses crt;
var batas,hor1,ver1,a,c:integer;
const x='+';
begin
clrscr;
batas:=5;
hor1:=20;
ver1:=5;

for a:=1 to batas do begin
        for c:=1 to a do begin
                hor1:=hor1-1;
                gotoxy(hor1,ver1);
                write(x);
        end;
        hor1:=20;
        inc(ver1);

end;

hor1:=44;
ver1:=5;
for a:=1 to batas do begin
        for c:=1 to a do begin
                hor1:=hor1+1;
                gotoxy(hor1,ver1);
                write(x);
        end;
        hor1:=44;
        inc(ver1);

end;

for a:=1 to batas do begin
//vertical
        gotoxy(22,4+a);write(x,x);
        gotoxy(26,4+a);write(x,x);

//horizontal
        gotoxy(21+a,9);write(x);
        gotoxy(29+a,5);write(x);
        gotoxy(29+a,7);write(x);
        gotoxy(29+a,9);write(x);
        gotoxy(36+a,5);write(x);
        gotoxy(36+a,7);write(x);
        gotoxy(36+a,9);write(x);
end;
for a:=1 to batas-2 do begin
//vertical kecil
        gotoxy(30,4+a); write(x,x);
        gotoxy(33,6+a); write(x,x);
        gotoxy(37,4+a); write(x,x);
        gotoxy(37,6+a); write(x,x);
end;
gotoxy(42,6);write(x);
gotoxy(42,8);write(x);
gotoxy(15,10);write(x,x,'Unlimited   Software   Building',x,x);

readln;
end.
Mohon doanya, agar bisa lebih maju yaah? AMIIN.. SEMANGAT!! Salam Fauzi Online... see youu ^__^


Unlimited Software Building 2011

USB singkatan dari unlimited software building, ini merupakan ajang kompetensi untuk jurusan sistem informasi di kampus saya,  Perbedaan sangat terasa di USB kali ini, dimana lomba yang disuguhkan kepada para mahasiswa tidak hanya satu tapi ada tiga lomba, yaitu Lomba Aplikasi, Lomba Live Coding, Lomba ANSI. Saya pun ingin ikut serta dalam lomba Aplikasi dan Lomba Live Coding, 
(pendaftaran gratis, pantesan ikut dua lomba << dibaca dalam hati wkwkwk) .
 

21 Desember
Saya dan rekan saya bernama udin a.k.a koko bachrudin, mengikuti babak penyisihan setelah membuat proposal dan program aplikasi, dan saatnya mempresentasikan hasil kami. hasilnya: hmmmm, no coment deh! hehe


22 Desember

 Sudah maju harus tetap maju!! hehe SEMANGAT untuk babak penyisihan Live Coding. ada tiga soal output program di sana, dan saya hanya menyelesaikan 2 output dalam waktu 28menit. walaupun soalnya mudah siih, tapi kurang adaptasi kali yah, belum pernah membuat coding dengan di buru waktu seperti itu. huhu

27 desember
Pengumuman finalis diumumkan tanggal tersebut, setelah melakukan babak penyisihan sebelumnya dalam lomba aplikasi dan live coding: Perjuangan saya dan rekan saya koko bachrudin terhenti saat pengumuman lomba Aplikasi diumumkan di studentsite, karena kami tidak lolos dalam FINAL, tapi saat  saya menekan tombol bunder bawah di hp nexian jadul saya yang sedang online. . .  terlihat remang-remang disitu nama saya terlihat di baris ke lima/terahir pada judul sub berita Finalis Lomba Live Coding.. waaah Alhamdulilah yah dalam hati: akhirnya dikasih kesempatan bisa unjuk gigi di final. hehe
 

Tanggal 29 Desember
(tumben banget bisa bangun pagi jam 4.30 >> sarapan bubur ayam >> berangkat ke Depok jam 8.35 >> dan bolos 2 Mata Kuliah demi >> FINAL USB)

Apapun hasilnya tanggal tersebut saya harus berusaha dalam final itu, demi janji saya , dan demi nama baik Fauzi Online tentunya, hehe 

Pukul: 11.30 WIB
 Setelah banyak pertunjukan yang digelar asistan Lab SI dan presentasi Aplikasi serta ANSI sebelumnya, giliran Live Coding dimulai: bermodal waktu 30 Menit, dan doa dari seluruh teman serta sahabat saya: Heru dan yudha (Oh iya mereka juga maju ke Final Lomba Aplikasi loh hehe hampir lupa), saya melangkah ke depan dan si komentator pun berteriak-teriak ga jelas (hahaha maklum saat itu konsentrasi FULL+Indikator dari mental saya harus tetap stabil saat itu jadinya ga peduli mau ada yang Bicara apa, saat output di perlihatkan, huhu)


Pukul 12.00 WIB
Satu menit sebelum  Komentator berteriak: Yaaaakk!! Waktunya selesaiiii.....saya berusaha mengangkat tangan saya walaupun hasilnya kurang sempurna



(dalam hati saya menyesali hasil outpunya meskipun hampir mendekati sempurna tapi tinggal sedikit lagi.. huhu) yasudahlah, waktunya berdoa sekarang..

Pukul 14.00 WIB
Heru Yudha maju untuk presentasi aplikasi mereka..  tentunya saya dukunglah mereka sekuat tangan saya mengeprok eprokan untuk tepuk kedua tangan.. hahaha


Pukul  16.30 WIB
Pengumuman pemenang Aplikasi dibacakan: dan Yuda serta Heru keluar sebagai pemenang juara I..
Hebat! mantap! senang rasanya mereka menang... hahaha

dan yang kedua pemenang Live Coding dibacakan: daaaann.... SUBHALAH ALHAMDULILAH .. rasanya mimpi , nama saya dipanggil untuk maju dan memegang seterofon yang bertuliskan Juara I Lomba Live CODING... hehehehe
selanjutnya Pemenang ANSI pun dibacakan, meskipun idola saya disana memperoleh juara II, tapi saya tetap senang karena apapun hasilnya senyumannya tetap menjadi juara I di hati terdalam saya.. hihihi (Uhuk uhuk)..


Pukul  17.00 WIB
Proses foto foto pun berlangsung setelah itu,.. 
HERU(Kiri) - YUDHA(tengah) - Fauzi Online(kanan)

Sayapun akan segera menuntaskan kewajiban nazar saya kepada ALLAH SWT,  
ALHAMDULILAH  diberi kepercayaaNYA untuk menyampaikan bagi yang membutuhkan uang titipan ini melalui perantara saya...!
Terimakasih YA ALLAH..

Terimakasih Heru yudha  (saya bangga, sama kalian!)
Terimakasih  teman-teman 3KA01 (semua yang mendoakan lewat twitter fb dll, dan juga yang rela ikut bolos kuliah demi nonton USB)
Terimakasih  teman-teman BBSDM (seluruh jajaran Tim bapak Made I Wiryana yang mendoakan saya) 
Terimakasih  dosen-dosen Gunadarma (yang sering saya tinggal bolos mata kuliahnya hehe)
Terimakasih pengunjung Fauzi Online.. (akhirnya Nama baik BLOG ini bisa saya buktikan, hehe)
Terimakasih semuanya yang sudah mau membaca postingan ini..
 

Perasaanya Fauzi Online gimana yah kira-kira *hehe* :
ingin pelukan sama eMakkk bapaaakk kangen banget sama mereka.. dan ingin berkata:
"anakmu juara 1 loh mah paak.. hehe, memang jarak yang cukup jauh Kebumen dan Bogor , buat jarangnya saya dapat berbagi kebahagiaan dengan kalian tapi tolong sabar yah mah pa! akan ada yang lebih spesial dimasa depan dari Uji khusus untuk kalian!!!!" AMIIIN AMIIN YA ALLAH

PROGRAM HITUNG KATA {UTS JAVA}

Program ini akan menghitung kata di dalam sebuah kalimat, sebuah user akan menginputkan kalimat dan menginput huruf yang ingin dicari, Kemudian program akan memproses untuk pencarian berapa jumlah huruf yang ada di dalam kalimat tersebut. Adapun Sebagai contoh output program yang diinginkan sebagai berikut:



BERIKUT INI CODING VERSI FAUZI ONLINE:
Nama File : HitungKata.java

import java.io.BufferedReader;
import java.io.InputStreamReader;
import java.io.IOException;

class ReserveRecord{
    public char kata;
    public int panjang=0;
    public int count=0;
    public String kalimat="";
    public void setKata(String kalimat2){
        kalimat=kalimat2;
    }
    public String getKalimat(){
        return kalimat;
    }
    public int getPanjang(){
        panjang=kalimat.length();
        return panjang;
    }
}

class HasilReserve extends ReserveRecord{
    public void hasil(char kata1, String kalimat1){
        for (int i=0;i<=panjang-1;i++){
            if (kata1==(kalimat1.charAt(i))){
                count++;
            }
         }
            System.out.println("Huruf "+kata+" Ditemukan dalam Kalimat.");
            System.out.println("Terdapat "+count+" huruf "+kata+" dalam Kalimat.");
    
    }
}
public class HitungKata{
    public static void main(String[] args)throws IOException{
        try{
            BufferedReader dataIn = new BufferedReader (new InputStreamReader(System.in));
            HasilReserve datakata=new HasilReserve();
            System.out.print("Masukan kalimat : ");
            datakata.kalimat=dataIn.readLine();
            System.out.print("Masukan kata : ");
            datakata.kata=(char)dataIn.read();
            datakata.setKata(datakata.kalimat);
            datakata.getKalimat();
            datakata.getPanjang();
            datakata.hasil(datakata.kata,datakata.kalimat);
        }catch(Exception e){
            System.out.println("Program Tidak dapat Diproses!");
        }
    }
}

Sekian program Hitung Kata dalam bahasa Java.. Ada coding lebih Simple? silahkan share di sini.
See you.. :)

KONVENSI NASKAH

          Dalam pembuatan naskah yang baik tergantung dari kerangka karangan yang telah digarap sebelumnya, beserta perincian-perinciannya yang telah dilakukan kemudian. Perincian dari kerangka karangan akan menghasilkan suatu bab-bab dan sub-sub bab. Dari bab-bab dan sub-sub bab ini akan menghasilkan pokok-pokok pikiran atau gagasan utama dalam sebuah paragraf atau alinea.

            Dalam pembuatan naskah yang baik juga kita harus memperhatikan struktur kalimat dan pilihan kata (diksi) yang dibuat sedemikian rupa, sehingga apa yang kita tulis itu jelas, teratur dan menarik.

            Namun, ada hal yang lebih penting dari semua hal yang telah diuraikan di atas. Sebuah karangan juga menuntut suatu persyaratan lain yaitu persyaratan formal; bagaimana supaya bentuk atau wajah dari karangan itu, sehingga kelihatan tampak lebih indah dan menarik. Persyaratan formal ini meliputi bagian-bagian pelengkap dan kebiasaan-kebiasaan yang harus diikuti dalam dunia kepenulisan. Semua persyaratan ini secara umum disebut dengan konvensi naskah. Konvensi naskah adalah penulisan sebuah naskah berdasarkan ketentuan, aturan yang sudah lazim, dan sudah disepakati.[1]

      Dari segi persyaratan formal ini, dapat dibedakan lagi karya yang dilakukan secara formal, semi-formal, dan non-formal.[2] Yang dimaksud dengan formal adalah bahwa suatu karya memenuhi semua persyaratan lahiriah yang dituntut oleh konvensi. Sebaliknya, semi-formal yaitu bila sebuah karangan tidak memenuhi semua persyaratan lahiriah yang dituntut konvensi. Sedangkan non-formal yaitu bila bentuk sebuah karangan tidak memenuhi syarat-syarat formalnya.
SYARAT FORMAL PENULISAN SEBUAH NASKAH
Dalam menyusun sebuah karangan perlu adanya pengorganisasian karangan. Pengorganisasian karangan adalah penyusunan seluruh unsur karangan menjadi satu kesatuan karangan dengan berdasarkan persyaratan formal kebahasaan yang baik, benar, cermat, logis: penguasaan, wawasan keilmuan bidang kajian yang ditulis secara memadai; dan format pengetikan yang sistematis.
Persyaratan formal (bentuk lahiriah) yang harus dipenuhi sebuah karya menyangkut tiga bagian utama, yaitu: Bagian pelengkap pendahuluan, isi karangan, dan bagian pelengkap penutup.

Unsur-unsur dalam Penulisan Sebuah Karangan:

A.     Bagian Pelengkap Pendahuluan
a.   Judul Pendahuluan (Judul Sampul)
b.   Halaman Judul
c.   Halaman Persembahan (kalau ada)
d.   Halaman Pengesahan (kalau ada)
e.   Kata Pengantar
f.   Daftar Isi
g.   Daftar Gambar (kalau ada)
h.   Daftar Tabel (kalau ada)

B.     Bagian Isi Karangan
a.   Pendahuluan
b.   Tubuh Karangan
c.   Kesimpulan

C.     Bagian Pelengkap Penutup
a.   Daftar Pustaka (Bibliografi)
b.   Lampiran (Apendix)
c.   Indeks
d.   Riwayat Hidup Penulis
A.   Bagian Pelengkap Pendahuluan

Bagian pelengkap pendahuluan atau disebut juga halaman-halaman pendahuluan sama sekali tidak menyangkut isi karangan. Tetapi bagian ini harus disiapkan sebagai bahan informasi bagi para pembaca dan sekaligus berfungsi menampilkan karangan itu dalam bentuk yang kelihatan lebih menarik.

a.  Judul Pendahuluan (Judul Sampul) dan Halaman Judul

Judul pendahuluan adalah nama karangan. Halaman judul pendahuluan tidak mengandung apa-apa kecuali mencantumkan judul karangan atau judul buku. Judul karangan atau judul buku ditulis dengan huruf kapital. Biasanya letaknya di tengah halaman agak ke atas. Namun, variasi-variasi lain memang kerap sekali dijumpai. 
Dalam pembuatan sebuah makalah atau skripsi, halaman judul mencantumkan nama karangan, penjelasan adanya tugas, nama pengarang (penyusun), kelengkapan identitas pengarang (nomor induk/registrasi, kelas, nomor absen), nama unit studi (unit kerja), nama lembaga (jurusan, fakultas, unversitas), nama kota, dan tahun penulisan.

Untuk memberikan daya tarik pembaca, penyusunan judul perlu memperhatikan unsur-unsur sebagai berikut:
  • Judul menggambarkan keseluruhan isi karangan.
  • Judul harus menarik pembaca baik makna maupun penulisannya.
  • Sampul: nama karangan, penulis, dan penerbit.
  • Halaman judul: nama karangan, penjelasan adanya tugas, penulis, kelengkapan identitas pengarang, nama unit studi, nama lembaga, nama kota, dan tahun penulisan (dalam pembuatan makalah atau skripsi).
  • Seluruh frasa ditulis pada posisi tengah secara simetri (untuk karangan formal), atau model lurus pada margin kiri (untuk karangan yang tidak terlalu formal).

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan makalah atau skripsi pada halaman judul:
1.   Judul diketik dengan huruf  kapital, misalnya:

UPAYA MENGATASI KEMISKINAN PADA
MASYARAKAT PEMUKIMAN KUMUH
DI KELURAHAN JATINEGARA JAKARTA TIMUR
2. Penjelasan tentang tugas disusun dalam bentuk kalimat, misalnya:
Makalah ini Disusun untuk Melengkapi Ujian Akhir
Mata Kuliah Bahasa Indonesia Semester Ganjil 2009
Atau
Skripsi ini Diajukan untuk Melengkapi Ujian Sarjana Ekonomi pada
Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma
3. Nama penulis ditulis dengan huruf kapital, di bawah nama dituliskan Nomor Induk Mahasiswa (NIM), misalnya:
ANASTASIA INDRIANI
10709234
4. Logo universitas untuk makalah, skripsi, tesis, dan disertasi; makalah ilmiah tidak diharuskan menggunakan logo.
5. Data institusi mahasiswa mencantumkan program studi, jurusan, fakultas, unversitas, nama kota, dan tahun ditulis dengan huruf kapital, misalnya:
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
JAKARTA
2008
Hal-hal yang harus dihindarkan dalam halaman judul karangan formal:
Ø      Komposisi tidak menarik.
Ø      Tidak estetik.
Ø      Hiasan gambar tidak relevan.
Ø      Variasi huruf jenis huruf.
Ø      Kata “ditulis (disusun) oleh.”
Ø      Kata “NIM/NRP.”
Ø      Hiasan, tanda-tanda, atau garis yang tidak berfungsi.
Ø      Kata-kata yang berisi slogan.
Ø      Ungkapan emosional.
Ø      Menuliskan kata-kata atau kalimat yang tidak berfungsi.
       b. Halaman Persembahan
       Bagian ini tidak terlalu penting. Bila penulis ingin memasukan bagian ini, maka hal itu semata-mata dibuat atas pertimbangan penulis. Persembahan ini jarang melebihi satu halaman, dan biasanya terdiri dari beberapa kata saja, misalnya:
Kutulis novel ini
dengan cahaya cinta
untuk mahar menyunting belahan jiwa,
Muyasaratun Sa’idah binti KH. Muslim Djawahir, alm.
Rabbana hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa
Qurrata a’yuni waj’alnaa lil muttaqiina imaama. Amin.[3]
Bila penulis menganggap perlu memasukkan persembahan ini, maka persembahan ini ditempatkan berhadapan dengan halaman belakang judul buku, atau berhadapan dengan halaman belakang cover buku, atau juga menyatu dengan halaman judul buku.
c. Halaman Pengesahan
Halaman pengesahan digunakan sebagai pembuktian bahwa karya ilmiah yang telah ditanda-tangani oleh pembimbing, pembaca/penguji, dan ketua jurusan telah memenuhi persyaratan administratif sebagai karya ilmiah. Halaman pengesahan biasanya digunakan untuk penulisan skripsi, tesis, dan disertasi, sedangkan makalah ilmiah, dan karangan lainnya (baik non-fiksi maupun fiksi) tidak mengharuskan adanya halaman pengesahan. Penyusunan pengesahan ditulis dengan memperhatikan persyaratan formal urutan dan tata letak unsur-unsur yang harus tertulis di dalamnya.
Judul skripsi seluruhnya ditulis dengan huruf kapital pada posisi tengah antara margin kiri dan kanan. Nama lengkap termasuk gelar akademis pembimbing materi/teknis, pembaca/penguji, dan ketua program jurusan ditulis secara benar dan disusun secara simetri kiri-kanan dan atas-bawah. Skripsi diajukan kepada sidang penguji akademis setelah disetujui oleh pembimbing dan pembaca/penguji. Penulis skripsi dinyatakan lulus jika skripsinya telah diuji di hadapan sidang terbuka/tertutup dan telah ditanda-tangani oleh semua nama yang tercantum dalam halaman pengesahan. Nama kota dan tanggal pengesahan ditulis di atas kata ketua jurusan.
Hal-hal yang harus dihindarkan:
Ø      Menggaris-bawahi nama dan kata-kata lainnya.
Ø      Menggunakan titik atau koma pada akhir nama.
Ø      Tulisan melampaui garis tepi.
Ø      Menulis nama tidak lengkap.
Ø      Menggunakan huruf yang tidak standar.
Ø      Tidak mencantumkan gelar akademis.  
d. Kata Pengantar
Kata pengantar fungsinya sama dengan sebuah surat pengantar. Kata pengantar adalah bagian karangan yang berisi penjelasan mengapa menulis sebuah karangan. Setiap karangan ilmiah, seperti: buku, skripsi, tesis, disertasi, makalah, atau laporan formal ilmiah harus menggunakan kata pengantar. Di dalamnya disajikan informasi sebagai berikut:
  1. Ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Penjelasan adanya tugas penulisan karya ilmiah (untuk skripsi, tesis, disertasi, atau laporan formal ilmiah).
  3. Penjelasan pelaksanaan penulisan karya ilmiah (untuk skripsi, tesis, disertasi, atau laporan formal ilmiah).
  4. Penjelasan adanya bantuan, bimbingan, dan arahan dari seseorang, sekolompok orang, atau organisasi/lembaga.
  5. Ucapan terima kasih kepada seseorang, sekolompok orang, atau organisasi/lembaga yang membantu.
  6. Penyebutan nama kota, tanggal, bulan, tahun, dan nama lengkap penulis, tanpa dibubuhi tanda-tangan.
  7.   Harapan penulis atas karangan tersebut.
  8.   Manfaat bagi pembaca serta kesediaan menerima kritik dan saran.
Kata pengantar merupakan bagian dari keseluruhan karya ilmiah. Sifatnya formal dan ilmiah. Oleh karena itu, kata pengantar harus ditulis dengan Bahasa Indonesia yang baku, baik, dan benar. Isi kata pengantar tidak menyajikan isi karangan, atau hal-hal lain yang tertulis dalam pendahuluan, tubuh karangan, dan kesimpulan. Sebaliknya, apa yang sudah tertulis dalam kata pengantar tidak ditulis ulang dalam isi karangan.
Hal-hal yang harus dihindarkan:
1.   Menguraikan isi karangan.
2.   Mengungkapkan perasaan berlebihan.
3.   Menyalahi kaidah bahasa.
4.   Menunjukkan sikap kurang percaya diri.
5.  Kurang meyakinkan.
6.   Kata pengantar terlalu panjang.
7.   Menulis kata pengantar semacam sambutan.
8.   Kesalahan bahasa: ejaan, kalimat, paragraf, diksi, dan tanda baca tidak efektif.
e. Daftar Isi
Daftar isi adalah bagian pelengkap pendahuluan yang memuat garis besar isi karangan ilmiah secara lengkap dan menyeluruh, dari judul sampai dengan riwayat hidup penulis sebagaimana lazimnya sebuah konvensi naskah karangan. Daftar isi berfungsi untuk merujuk nomor halaman judul bab, sub-bab, dan unsur- unsur pelengkap dari sebuah buku yang bersangkutan.
Daftar isi disusun secara konsisten baik penomoran, penulisan, maupun tata letak judul bab dan judul sub-sub bab. Konsistensi ini dipengaruhi oleh bentuk yang digunakan.
f. Daftar Gambar
Bila dalam buku itu terdapat gambar-gambar, maka setiap gambar yang tercantum dalam karangan harus tertulis didalam daftar gambar. Daftar gambar menginformasikan: judul gambar, dan nomor halaman.
g. Daftar Tabel 
Bila dalam buku itu terdapat tabel-tabel, maka setiap tabel yang tertulis dalam karangan harus tercantum dalam daftar tabel. Daftar tabel ini menginformasikan: nama tabel dan nomor halaman.
B.   Bagian Isi Karangan
Bagian isi karangan sebenarnya merupakan inti dari karangan atau buku; atau secara singkat dapat dikatakan karangan atau buku itu sendiri.
a. Pendahuluan
Pendahuluan adalah bab I karangan. Tujuan utama pendahuluan adalah menarik perhatian pembaca, memusatkan perhatian pembaca terhadap masalah yang dibicarakan, dan menunjukkan dasar yang sebenarnya dari uraian itu. Pendahuluan terdiri dari latar belakang, masalah, tujuan pembahasan, pembatasan masalah, landasan teori, dan metode pembahasan. Kesuluruhan isi pendahuluan mengantarkan pembaca kepada materi yang akan dibahas, dianalisis-sintesis, dideskripsi, atau diuraikan dalam bab kedua sampai bab terakhir.
Untuk menulis pendahuluan yang baik, penulis perlu memperhatikan pokok-pokok yang harus tertuang dalam masing-masing unsur pendahuluan sebagai berikut:
1)   Latar belakang masalah, menyajikan:
a.      Penalaran (alasan) yang menimbulkan masalah atau pertanyaan yang akan diuraikan jawabannya dalam bab pertengahan antara pendahuluan dan kesimpulan dan dijawab atau ditegaskan dalam kesimpulan. Untuk itu, arah penalaran harus jelas, misalnya deduktif, sebab-akibat, atau induktif.
b.   Kegunaan praktis hasil analisis, misalnya: memberikan masukan bagi kebijakan pimpinan dalam membuat keputusan, memberikan acuan bagi pengembangan sistem kerja yang akan datang.
c.      Pengetahuan tentang studi kepustakaan, gunakan informasi mutakhir dari buku-buku ilmiah, jurnal, atau internet yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Penulis hendaklah mengupayakan penggunaan buku-buku terbaru.
d.   Pengungkapan masalah utama secara jelas dalam bentuk pertanyaan, gunakan kata tanya yang menuntut adanya analisis, misalnya: bagaimana...., mengapa.....
e.    Tidak menggunakan kata apa karena tidak menuntut adanya analisis, cukup dijawab dengan ya atau tidak.
2)   Tujuan penulisan berisi:
a.     Target, sasaran, atau upaya yang hendak dicapai, misalnya: mendeskripsikan hubungan X terhadap Y; membuktikan bahwa budaya tradisi dapat dilestarikan dengan kreativitas baru; menguraikan pengaruh X terhadap Y.
b.   Upaya pokok yang harus dilakukan, misalnya: mendeskripsikan data primer tentang kualitas budaya tradisi penduduk asli Jakarta; membuktikan bahwa pembangunan lingkungan pemukiman kumuh yang tidak layak huni memerlukan bantuan pemerintah.
c.   Tujuan utama dapat dirinci menjadi beberapa tujuan sesuai dengan masalah yang akan dibahas. Jika masalah utama dirinci menjadi dua, tujuan juga dirinci menjadi dua.
3)   Ruang lingkup masalah berisi:
a.      Pembatasan masalah yang akan dibahas.
b.      Rumusan detail masalah yang akan dibahas.
c.  Definisi atau batasan pengertian istilah yang tertuang dalam setiap variabel. Pendefinisian merupakan suatu usaha yang sengaja dilakukan untuk mengungkapkan suatu benda, konsep, proses, aktivitas, peristiwa, dan sebagainya dengan kata-kata.[4]
 
4)   Landasan teori menyajikan:
a.   Deskripsi atau kajian teoritik variabel X tentang prinsip-prinsip teori, pendapat ahli dan pendapat umum, hukum, dalil, atau opini yang digunakan sebagai landasan pemikiran kerangka kerja penelitian dan penulisan sampai dengan kesimpulan atau rekomendasi.
b.   Penjelasan hubungan teori dengan kerangka berpikir dalam mengembangkan konsep penulisan, penalaran, atau alasan menggunakan teori tersebut.
5)   Sumber data penulisan berisi:
a.      Sumber data sekunder dan data primer.
b.      Kriteria penentuan jumlah data.
c.      Kriteria penentuan mutu data.
d.      Kriteria penentuan sample.
e.      Kesesuaian data dengan sifat dan tujuan pembahasan.
6)   Metode dan teknik penulisan berisi:
a.   Penjelasan metode yang digunakan dalam pembahasan, misalnya: metode kuantitatif, metode deskripsi, metode komparatif, metode korelasi, metode eksploratif, atau metode eksperimental.
b.      Teknik penulisan menyajikan cara pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan kuisioner; analisis data, hasil analisis data, dan kesimpulan.
7)      Sistematika penulisan berisi:
a.      Gambaran singkat penyajian isi pendahuluan, pembahasan utama, dan kesimpulan.
b.      Penjelasan lambang-lambang, simbol-simbol, atau kode (kalau ada).


b.      Tubuh Karangan
Tubuh karangan atau bagian utama karangan merupakan inti karangan berisi sajian pembahasan masalah. Bagian ini menguraikan seluruh masalah yang dirumuskan pada pendahuluan secara tuntas (sempurna). Di sinilah terletak segala masalah yang    akan dibahas secara sistematis. Kesempurnaan pembahasan diukur berdasarkan kelengkapan unsur-unsur berikut ini:­­
1)      Ketuntasan materi:
Materi yang dibahas mencakup seluruh variabel yang tertulis pada kalimat tesis, baik pembahasan yang berupa data sekunder (kajian teoretik) maupun data primer. Pembahasan data primer harus menyertakan pembuktian secara logika, fakta yang telah dianalisis atau diuji kebenarannya, contoh-contoh, dan pembuktian lain yang dapat mendukung ketuntasan pembenaran.
2)    Kejelasan uraian/deskripsi:
a.  Kejelasan konsep:
Konsep adalah keseluruhan pikiran yang terorganisasi secara utuh, jelas, dan tuntas dalam suatu kesatuan makna. Untuk itu, penguraian dari bab ke sub-bab, dari sub-bab ke detail yang lebih rinci sampai dengan uraian perlu memperhatikan kepaduan dan koherensial, terutama dalam menganalisis, menginterpretasikan (manafsirkan) dan menyintesiskan dalam suatu penegasan atau kesimpulan. Selain itu, penulis perlu memperhatikan konsistensi dalam penomoran, penggunaan huruf, jarak spasi, teknik kutipan, catatan pustaka, dan catatan kaki.
     b.   Kejelasan bahasa:
Kejelasan dan ketetapan pilihan kata yang dapat diukur kebenarannya. Untuk mewujudkan hal itu, kata lugas atau kata denotatif lebih baik daripada kata konotatif atau kata kias (terkecuali dalam pembuatan karangan fiksi, kata konotatif atau kata kias sangat diperlukan)
Kejelasan makna kalimat tidak bermakna ganda, menggunakan struktur kalimat yang betul, menggunakan ejaan yang baku, menggunakan kalimat efektif, menggunakan koordinatif dan subordinatif secara benar.
Kejelasan makna paragraf dengan memperhatikan syarat-syarat paragraf: kesatuan pikiran, kepaduan, koherensi (dengan repetisi, kata ganti, paralelisme, kata transisi), dan menggunakan pikiran utama, serta menunjukkan adanya penalaran yang logis (induktif, deduktif, kausal, kronologis, spasial). 
c.  Kejelasan penyajian dan fakta kebenaran fakta:
Kejelasan penyajian fakta dapat diupayakan dengan berbagai cara, antara lain: penyajian dari umum ke khusus, dari yang terpenting ke kurang penting; kejelasan urutan proses. Untuk menunjang kejelasan ini perlu didukung dengan gambar, grafik, bagan, tabel, diagram, dan foto-foto. Namun, kebenaran fakta sendiri harus diperhatikan kepastiannya.
Hal-hal lain yang harus dihindarkan dalam penulisan karangan (ilmiah):
1.  Subjektivitas dengan menggunakan kata-kata: saya pikir, saya rasa, menurut pengalaman saya, dan lain-lain. Atasi subjektivitas ini dengan menggunakan: penelitian membuktikan bahwa…, uji laboratorium membuktikan bahwa…, survei membuktikan bahwa…,
2.  Kesalahan: pembuktian pendapat tidak mencukupi, penolakan konsep tanpa alasan yang cukup, salah nalar, penjelasan tidak tuntas, alur pikir (dari topik sampai dengan simpulan) tidak konsisten, pembuktian dengan prasangka atau berdasarkan kepentingan pribadi, pengungkapan maksud yang tidak jelas arahnya, definisi variabel tidak (kurang) operasional, proposisi yang dikembangkan tidak jelas, terlalu panjang, atau bias, uraian tidak sesuai dengan judul.
c. Kesimpulan
Kesimpulan atau simpulan merupakan bagian terakhir atau penutup dari isi karangan, dan juga merupakan bagian terpenting sebuah karangan ilmiah. Pembaca yang tidak memiliki cukup waktu untuk membaca naskah seutuhnya cenderung akan membaca bagian-bagian penting saja, antara lain kesimpulan. Oleh karena itu, kesimpulan harus disusun sebaik mungkin. Kesimpulan harus dirumuskan dengan tegas sebagai suatu pendapat pengarang atau penulis terhadap masalah yang telah diuraikan.
Penulis dapat merumuskan kesimpulannya dengan dua cara:
  1.Dalam tulisan-tulisan yang bersifat argumentatif, dapat dibuat ringkasan-ringkasan argumen yang    penting dalam bentuk dalil-dalil (atau tesis-tesis), sejalan dengan perkembangan dalam tubuh karangan itu.
  2.Untuk kesimpulan-kesimpulan biasa, cukup disarikan tujuan atau isi yang umum dari pokok-pokok yang telah diuraikan dalam tubuh karangan itu.
C.   Bagian Pelengkap Penutup
Bagian pelengkap penutup juga merupakan syarat-syarat formal bagi suatu karangan ilmiah.
a. Daftar pustaka (Bibliografi)
Setiap karangan ilmiah harus menggunakan data pustaka atau catatan kaki dan dilengkapi dengan daftar bacaan. Daftar pustaka (bibliografi) adalah daftar yang berisi judul buku, artikel, dan bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah atau sebagian karangan.
Unsur-unsur daftar pustaka meliputi:
1.  Nama pengarang: penulisannya dibalik dengan menggunakan koma.
2.  Tahun terbit.
3.  Judul buku: penulisannya bercetak miring.
4.  Data publikasi, meliputi tempat/kota terbit, dan penerbit..
5. Untuk sebuah artikel diperlukan pula judul artikel, nama majalah, jilid, nomor, dan tahun terbit.
Contoh: Tarigan, Henry. 1990. Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. (Banyak versi lainnya, misal: Sistem Harvard, Sistem Vancover, dan lain-lain)
Keterangan:
·      Jika buku itu disusun oleh dua pengarang, nama pengarang kedua tidak perlu dibalik.
·   Jika buku itu disusun oleh lembaga, nama lembaga itu yang dipakai untuk menggantikan nama pengarang.
·   Jika buku itu merupakan editorial (bunga rampai), nama editor yang dipakai dan di belakangnya diberi keterangan ed. ‘editor’
·      Nama gelar pengarang lazimnya tidak dituliskan.
·      Daftar pustaka disusun secara alfabetis berdasarkan urutan huruf awal nama belakang pengarang.


b. Lampiran (Apendix)
Lampiran (apendix) merupakan suatu bagian pelengkap yang fungsinya terkadang tumpang tindih dengan catatan kaki. Bila penulis ingin memasukan suatu bahan informasi secara panjang lebar, atau sesuatu informasi yang baru, maka dapat dimasukkan dalam lampiran ini. Lampiran ini dapat berupa esai, cerita, daftar nama, model analisis, dan lain-lain. Lampiran ini disertakan sebagai bagian dari pembuktian ilmiah. Penyajian dalam bentuk lampiran agar tidak mengganggu pembahasan jika disertakan dalam uraian.
c. Indeks
Indeks adalah daftar kata atau istilah yang digunakan dalam uraian dan disusun secara alfabetis (urut abjad). Penulisan indeks disertai nomor halaman yang mencantumkan penggunaan istilah tersebut. Indeks berfungsi untuk memudahkan pencarian kata dan penggunaannya dalam pembahasan.
d. Riwayat Hidup Penulis
Buku, skripsi, tesis, disertasi perlu disertai daftar riwayat hidup. Dalam skripsi menuntut daftar RHP lebih lengkap. Daftar riwayat hidup merupakan gambaran kehidupan penulis atau pengarang. Daftar riwayat hidup meliputi: nama penulis, tempat tanggal lahir, pendidikan, pengalaman berorganisasi atau pekerjaan, dan karya-karya yang telah dihasilkan oleh penulis.
DAFTAR PUSTAKA
  •   Keraf, Gorys. Komposisi. Jakarta: Nusa Indah, 1994.
  •  HS, Widjono. BAHASA INDONESIA Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Jakarta: PT. Grasindo, 2007.
  •   Maryani, Yani, dkk. Intisari Bahasa dan Sastra Indonesia. Bandung: Pustaka Setia, 2005.
Postingan Ini ditunjukan untuk Dosen Pembimbing Mata Kuliah Bahasa Indonesia




Back To Top